Senin, 27 Juli 2009

PEREMPUAN RENTA

Perempuan Renta
Aku melihat Kedukaan di dalam kerutan wajahmu
Semakin dalam aku mencoba masuk ke jiwamu
Semakin aku merinding.....
Ikut merasakan kepedihanmu
Memilukan......
Seolah aku ingin mendekatimu
Lalu bertanya........
Kemanakah Anak-anakmu.....????
Badan yang serenta itu
Sisa tenaga yang kau punya
Masih kau gunakan untuk melawan kerasnya dunia
Kau tapakan kakimu tanpa alas.....
Di jalanan nan panas......
Ahh....semakin merinding saja bulu kuduku
Semakin terenyuh hatiku.....
Dimanakah anak-anakmu.....ibu....
Mengapa mereka membiarkan kau seperti itu......??
Seharusnya...........
Engkau istirahatkan jiwamu dengan keindahan
Dengan kenyamanan
Dengan Keceriaan....
Di sisa waktumu yang semakin sempit
Ibu.......Dimanakah anakmu.......
Sungguh tega mereka
Membiarkanmu menerpa debu
Mengais hasil yang tak menentu
Sungguh aku jadi pilu
Teringat akan bundaku
Takan kubiarkan itu terjadi
Pada bundaku yang ayu....
Akan kukayuh jiwaku
Semampuku
Sepanjang hidupku
Untuk sesuatu
Demi ibuku
Agar tidak sepertimu
"Seringkali kita melihat di jalanan sosok perempuan yang sudah renta bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu agar bisa bertahan hidup. Seharusnya kita sebagai anak jangan membiarkan itu terjadi, karena merekalah yang telah mengandung kita dan dengan taruhan nyawanya melahirkan kita. Setelah itu membimbing dan membesarkan kita. Seharusnya kita tidak tega membiarkan ibu kita di masa tuanya mengalami hal seperti itu. Untuk itu mulailah dari sekarang kita bekerja keras agar bisa membahagiakan ibu. Doa seorang ibu sangatlah manjur, maka jika kita melangkahkan kaki untuk memulai sesuatu yang positif, ingatlah ibu kita, mintalah doa darinya, berdoalah dari lubuk hati yang terdalam kalau apa yang kita lakukan demi seorang ibu, maka insyaallah kita akan mudah diberi petunjuk oleh yang Maha Kuasa".

Jumat, 24 Juli 2009

Pelecehan wanita

Sengaja saya mengangkat artikel tentang pelecehan terhadap kaum wanita karena merasa peduli. Hampir setiap hari selepas berangkat dari rumah untuk melakukan aktifitas kerja ada saja kejadian-kejadian yang mengarah terhadap pelecehan wanita yang terlihat. Entah dengan siulan kalau melihat wanita yang maaf " semok", ucapan-ucapan yang senonoh, atau bahkan yang lebih parah sampai ke arah menggoda lewat fisik. Belum lagi kejadian di kantor yang seakan-akan tidak pernah terlewatkan satu hari pun. Kenapa fenomena seperti ini bisa terjadi...? Apakah karena ada ungkapan sebait syair lagu "Wanita dijajah Pria Sejak Dulu", atau sebuah kalimat yang terkandung di Al Quran yang mengatakan bahwa "Wanita Tercipta Dari Tulang Rusuk Pria". Padahal setahu saya makna yang terkandung dalam kalimat di atas bermakna kalau wanita itu merupakan kaum yang lemah, dan seharusnya di lindungi oleh kaum yang kuat (Pria). Tetapi kadang-kadang saya sendiri sebagai laki-laki juga tidak serta merta menyalahkan kaum saya sendiri. Masalahnya tidak sedikit pula kaum wanita sendiri yang memancing untuk terjadinya pelecehan tersebut. Apalagi dengan perkembangan jaman terhadap trend pakaian masa kini yang lebih besar menonjolkan bentuk tubuh, bahkan sampai ada model baju yang minimalis bahannya sehingga pusarnya kelihatan, atau rok yang minim sekali,......tapi kok harganya tetap mahal ya...... Anehnya berani berbusana yang seksi, tetapi mereka sendiri sebetulnya risih, anehnya lagi kenapa tetap berbusana seperti itu. Mengikuti jaman....paling ucapan itu yang keluar dari mulutnya. Terus kalau sudah seperti ini siapa yang sebetulnya salah, kaum pria yang suka melecehkan wanita, atau wanitanya yang mengundang pria untuk melecehkan. Disini saya berusaha untuk tidak mencari siapa yang salah, tetapi mencoba untuk saling mengaca diri agar tidak terjadi pelecehan tersebut. Semestinya kaum wanita yang mudah menjadi korban pelecehan berusaha untuk menghargai dirinya sendiri dengan :
> Berbusanalah yang sopan yang bisa menutupi auratnya
> Jagalah sopan santun dalam pergaulan
> Selalu membatasi diri apabila bergaul, berinteraksi, berkumpul dengan kaum pria
> Janganlah mengeksploitasikan bahasa tubuhnya yang mengundang mata pria tergoda di depan umum
Untuk kaum pria :
> Cobalah kita menghargai dan menghormati kaum wanita, bahwa wanita itu bukan untuk dilecehkan tetapi untuk dilindungi dan di sayangi.